Izin Edar Kosmetik, Obat Tradisional & Alkes BPOM 2026 untuk UMKM
Notifikasi Kosmetik BPOM, registrasi jamu (TR), suplemen kesehatan, alkes Kemenkes kelas A-D, dan PKRT. UU 17/2023, PerBPOM 21/2022, deadline e-Notifikasi 3 Okt 2026 + wajib halal 17 Okt 2026.
Tinjau terakhir 5 Juni 2026
Peta panduan 16 modul · klik untuk buka
Peta panduan
Pilar ini terdiri dari 16 panduan turunan. Ikuti urutan, atau lompat ke modul yang relevan.
- Pilar Panduan Pendirian PT, PT Perorangan & CV di Indonesia 2026
- 01 Modul 1 Cara Memilih KBLI yang Tepat & Tingkat Risiko Usaha (KBLI 2025 OSS RBA)
- 02 Modul 2 PT Perorangan vs CV vs PT: Pilih Badan Usaha & Kapan Naik Kelas
- 03 Modul 3 Modal Dasar, Domisili & Virtual Office: Aturan Alamat & Modal Usaha
- 04 Modul 4 Cara Menerbitkan NIB di OSS RBA 2026: KKPR, Lingkungan & Tingkat Risiko
- 05 Modul 5 Panduan PP 28/2025 OSS RBA: Perubahan KKPR, Lingkungan & Pengawasan 2026
- 06 Modul 6 Panduan KKPR Mendalam 2026: KKKPR vs PKKPR & Peran RDTR di OSS
- 07 Modul 7 Panduan Persetujuan Lingkungan UMKM 2026: SPPL, UKL-UPL & AMDAL via OSS
- 08 Modul 8 Panduan PB UMKU 2026: Izin Penunjang Operasional & Komersial UMKM
- 09 Modul 9 Panduan Sertifikat Halal UMK 2026: Self-Declare SEHATI via SIHALAL
- 10 Modul 10 Panduan Izin Edar Pangan UMKM 2026: SPP-IRT, BPOM MD & ML
- 11 Modul 11 Izin Edar Kosmetik, Obat Tradisional & Alkes BPOM 2026 untuk UMKM
- 12 Modul 12 Panduan SNI & Sertifikasi Wajib Produk UMKM 2026: SPPT-SNI & Bina UMK
- 13 Modul 13 Panduan Pendaftaran Merek Dagang DJKI 2026: Tarif UMK, Alur & Sengketa
- 14 Modul 14 Panduan Hak Cipta & Paten Sederhana UMKM 2026: Logo, Software & Invensi
- 15 Modul 15 Panduan PT PMA untuk WNA 2026: Modal Rp 2,5 M, ITAS Investor & LKPM
- 16 Modul 16 Multi-KBLI & Multi-Lokasi UMKM 2026: 1 NIB Banyak Cabang, NITKU & Coretax
Setelah Anda paham izin edar pangan (SPP-IRT, BPOM MD, BPOM ML), banyak UMKM beauty/skincare/jamu/PKRT bingung karena jalurnya berbeda dan otoritasnya bukan hanya BPOM. Kosmetik, obat tradisional, dan suplemen kesehatan diurus BPOM. Tetapi alat kesehatan (alkes) dan PKRT (Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga) diurus Kemenkes, bukan BPOM. Salah pintu = proses berputar dan bisa berbulan-bulan tertunda.
Panduan ini memetakan tujuh jalur izin edar produk non-pangan untuk UMKM Indonesia, dengan regulasi terkini per Juni 2026 — termasuk deadline kritis e-Notifikasi Kosmetik (3 Oktober 2026) dan wajib halal kosmetik/OT/suplemen (17 Oktober 2026).
Peta perjalanan
UU 17/2023 & 4 dunia produk
8 menit baca
UU 17/2023 tentang Kesehatan, yang mencabut UU 36/2009, jadi payung tunggal untuk seluruh sediaan farmasi (obat, kosmetik, obat tradisional, suplemen) dan alkes. Berikut empat dunia yang sering tertukar.
Empat dunia produk & otoritasnya
| Dunia | Otoritas | Sistem | Cakupan tipikal UMKM |
|---|---|---|---|
| Kosmetik | BPOM | notifkos.pom.go.id | Skincare, makeup, sabun mandi dengan klaim merawat, parfum |
| Obat Tradisional | BPOM | asrot.pom.go.id | Jamu kemasan (TR), OHT, Fitofarmaka |
| Suplemen Kesehatan | BPOM | asrot.pom.go.id | Vitamin, multivitamin, suplemen herbal |
| Alkes & PKRT | Kemenkes | regalkes.kemkes.go.id | Masker, alat bantu sederhana, sabun cuci tangan, deterjen |
Geser tabel ke samping untuk melihat selengkapnya
Hierarki regulasi 2026
| Regulasi | Subjek | Status |
|---|---|---|
| UU 17/2023 Kesehatan | Payung sediaan farmasi + alkes; Pasal 435 sanksi pidana | Berlaku — mencabut UU 36/2009 |
| PerBPOM 21/2022 | Notifikasi Kosmetika | Berlaku — mencabut PerBPOM 12/2020 |
| PerBPOM 25/2025 | Persyaratan Teknis Bahan Kosmetik | Berlaku |
| PerBPOM 18/2024 | Penandaan, Promosi, Iklan Kosmetik | Berlaku sejak 28 Nov 2024 |
| PerBPOM 3/2022 | Klaim Kosmetika (klaim medis dilarang) | Berlaku |
| PerBPOM 33/2021 | CPKB (Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik) | Berlaku |
| PerBPOM 32/2019 | Keamanan & Mutu Obat Tradisional | Berlaku |
| PerBPOM 25/2023 | Registrasi Obat Tradisional | Berlaku |
| PerBPOM 24/2023 | Persyaratan Suplemen Kesehatan | Berlaku sejak 18 Sep 2023 — mencabut PerBPOM 17/2019 |
| Permenkes 14/2021 jo. 17/2024 jo. 11/2025 | Standar usaha sektor kesehatan berbasis risiko | Berlaku |
| Permenkes 62/2017 | Izin Edar Alkes & PKRT | Berlaku |
| PP 15/2026 | Tarif PNBP BPOM (mengganti PP 32/2017) | Berlaku sejak 27 Mei 2026 |
| PP 64/2019 | Tarif PNBP Kemenkes | Berlaku |
Geser tabel ke samping untuk melihat selengkapnya
Pasal 435 UU 17/2023: sanksi yang paling tinggi
12 tahun
Penjara maksimum
Rp 5 M
Denda maksimum
Pasal 435 jo 138 (2)
Dasar
Banyak materi lama masih menulis sanksi Pasal 197 UU 36/2009 (penjara 15 tahun, denda Rp 1,5 miliar) — sudah tidak berlaku. Versi 2026: UU 17/2023 Pasal 435 dengan sanksi yang sebenarnya lebih ringan secara angka tetapi diperluas cakupannya: kini mencakup OT, suplemen, alkes, kosmetik dalam satu pasal.
Notifikasi Kosmetik BPOM
12 menit baca
Kosmetik adalah jalur paling populer untuk UMKM beauty/skincare. Berbeda dari obat, kosmetik pakai sistem notifikasi (bukan registrasi penuh) — risiko relatif rendah dengan post-market surveillance.
Format nomor notifikasi
| Prefix | Cakupan | Contoh produk |
|---|---|---|
| NA + 11 digit | Kosmetik dalam negeri (lokal) | Skincare lokal, sabun mandi local brand |
| NB + 11 digit | Impor ASEAN | Skincare dari Thailand, Malaysia |
| NC + 11 digit | Impor non-ASEAN | Skincare dari Korea, Jepang, Eropa |
| ND + 11 digit | Impor ASEAN tertentu/lainnya | Kategori khusus ASEAN |
Geser tabel ke samping untuk melihat selengkapnya
Empat syarat untuk industri kosmetik lokal
Tarif PNBP & SLA
| Item | Tarif normal | Tarif UMK (-50%) | SLA |
|---|---|---|---|
| Notifikasi ASEAN | Rp 500.000 | Rp 250.000 | 14 hari kerja |
| Notifikasi non-ASEAN | Rp 1.500.000 | Rp 750.000 | 14 hari kerja |
| Notifikasi parfum | Lebih rendah | Lebih rendah lagi | 3 hari kerja |
| Sertifikasi CPKB | Sesuai PP | UMK diskon 50% | 20 hari kerja |
Geser tabel ke samping untuk melihat selengkapnya
Masa berlaku & perpanjangan
- Notifikasi: 3 tahun, dapat diperpanjang
- Sertifikat CPKB: 5 tahun, dapat diperpanjang 2x sebelum re-audit penuh
Deadline kritis: 3 Oktober 2026
Per PerBPOM 25/2025, BPOM merilis sistem e-Notifikasi Kosmetik baru dengan masa transisi 1 tahun. Mulai 3 Oktober 2026, semua pengajuan wajib lewat sistem baru. Yang perlu disiapkan:
Adaptasi format dokumen
Format DIP (Dossier Informasi Produk), label kemasan, dan dokumen pendukung disesuaikan dengan template baru e-Notifikasi Kosmetik.
Verifikasi label sesuai PerBPOM 18/2024
Penandaan, promosi, dan iklan kosmetik wajib mengikuti PerBPOM 18/2024 yang berlaku sejak 28 November 2024. Klaim medis dilarang ketat.
Verifikasi formulasi sesuai PerBPOM 25/2025
Persyaratan teknis bahan kosmetik diperbarui. Daftar bahan yang diizinkan/dilarang/dibatasi perlu diperiksa ulang untuk produk existing.
Test akun di sistem baru sebelum deadline
Mulai uji coba submit di sistem e-Notifikasi baru sebelum 3 Oktober 2026 untuk menghindari kegagalan teknis di hari kritis.
Klaim yang DILARANG (PerBPOM 3/2022)
Klaim wajib memenuhi 6 kriteria PerBPOM 3/2022: legal compliance, truthfulness, honesty, fairness, provability, dan clarity. Pelanggaran = sanksi administratif (pencabutan notifikasi, recall) + potensi pidana Pasal 435 UU 17/2023.
Alternatif untuk UMKM: maklon
Obat Tradisional (TR/HT/FF)
10 menit baca
Tiga tingkat klasifikasi OT
Jamu
TR/TI/TL — realistis UMKM
- Klaim empiris turun-temurun
- Tidak wajib uji klinis
- Standardisasi bahan baku minimal
- Format nomor: TR (lokal), TI (impor), TL (lisensi)
- Investasi: jangkauan UMKM
OHT
HT — skala industri menengah
- Obat Herbal Terstandar
- Uji praklinis pada hewan WAJIB
- Standardisasi bahan baku penuh
- Format nomor: HT
- Investasi: ratusan juta
Fitofarmaka
FF — domain industri besar
- Uji klinis pada MANUSIA wajib
- Standardisasi GMP penuh
- Format nomor: FF
- Investasi: miliaran rupiah
- Domain BUMN farmasi / industri besar
Klasifikasi pelaku usaha (Permenkes 006/2012)
| Skala | Singkatan | Otoritas izin | Kapasitas tipikal |
|---|---|---|---|
| Industri Obat Tradisional | IOT | Kemenkes RI | Skala industri besar, semua jenis OT |
| Usaha Kecil Obat Tradisional | UKOT | Dinkes Provinsi | Skala kecil, terbatas pada jamu sederhana |
| Usaha Mikro Obat Tradisional | UMOT | Dinkes Provinsi | Skala mikro UMK, produk sangat terbatas |
Geser tabel ke samping untuk melihat selengkapnya
Alur registrasi jamu (TR) untuk UMOT/UKOT
Izin UMOT/UKOT dari Dinkes Provinsi
Persyaratan basis fasilitas: ruang produksi terpisah dari rumah, gudang bahan baku & produk jadi, sarana sanitasi. Audit lapangan Dinkes Provinsi sebelum izin terbit.
Sertifikat CPOTB Bertahap
UMOT/UKOT diizinkan menggunakan skema CPOTB Bertahap (tidak harus penuh sekaligus). Audit dan implementasi prinsip dasar GMP/CPOTB secara bertahap sambil terus diawasi.
PJT Apoteker
Wajib mempekerjakan atau menjalin kontrak dengan Apoteker sebagai PJT. Apoteker bisa shared antar beberapa UMK selama beban kerjanya manageable.
Registrasi TR via asrot.pom.go.id
Submit di sistem ASROT BPOM. Bayar Surat Perintah Bayar Pra-Registrasi Rp 110.000 sebagai langkah awal. Tarif registrasi penuh per produk bervariasi (cek PP 15/2026).
Penerbitan nomor TR oleh BPOM
Setelah evaluasi lengkap, nomor TR/HT/FF diterbitkan. Masa berlaku 5 tahun, dapat diperbarui.
Suplemen Kesehatan (SD/SI)
8 menit baca
Format nomor suplemen
| Prefix | Cakupan | Contoh |
|---|---|---|
| SD + 9 digit | Suplemen Dalam Negeri | Multivitamin lokal, ekstrak herbal kemasan |
| SI + 9 digit | Suplemen Impor | Vitamin C dari luar negeri |
| SL + 9 digit | Suplemen Lisensi | Produk berlisensi internasional |
Geser tabel ke samping untuk melihat selengkapnya
Dasar hukum
Perka BPOM 24/2023 tentang Persyaratan Keamanan & Mutu Suplemen Kesehatan berlaku sejak 18 September 2023, mencabut PerBPOM 17/2019. Banyak panduan online masih merujuk 17/2019 — sudah usang.
Klaim yang diperbolehkan vs dilarang
Boleh
Klaim fungsional umum
- "Membantu memelihara kesehatan"
- "Membantu memenuhi kebutuhan gizi"
- "Mengandung vitamin C 100 mg"
- "Untuk daya tahan tubuh"
- Klaim faktual komposisi & manfaat umum
Dilarang
Klaim seperti obat
- "Mengobati flu/batuk/demam"
- "Menyembuhkan diabetes"
- Klaim dosis terapeutik (mg/hari untuk pengobatan)
- Klaim "lebih efektif dari obat"
- Bahan yang sudah klasifikasi obat tidak boleh diklaim suplemen
Klaim suplemen yang melampaui batas → reklasifikasi sebagai obat, butuh proses registrasi obat penuh yang jauh lebih kompleks.
Otoritas & alur
Sistem ASROT (asrot.pom.go.id) sama dengan obat tradisional. Persyaratan: NIB + sertifikat manufaktur (CPOB/CPOTB sesuai jenis) + PJT Apoteker + dokumen produk lengkap. Masa berlaku 5 tahun, dapat diperbarui.
Alkes Kemenkes (kelas A-D)
10 menit baca
Alat kesehatan (alkes) tidak diurus BPOM — otoritasnya Kemenkes via sistem regalkes.kemkes.go.id. Salah satu kesalahan paling sering dilakukan UMKM yang mau jualan alat kesehatan.
Empat kelas risiko alkes (harmonisasi ASEAN AMDD)
| Kelas | Tingkat risiko | SLA tipikal | Contoh produk UMKM |
|---|---|---|---|
| A | Rendah | 20-30 HK / 45 HK | Masker non-bedah, kain kasa, gunting medis, alat bantu sederhana |
| B | Rendah-menengah | ~90 HK | Termometer digital, alkes pakai tunggal sederhana |
| C | Menengah-tinggi | ~120 HK | Alat infus, kateter — domain industri menengah |
| D | Tinggi | Lebih panjang | Implan jantung, alat bedah invasif — domain industri besar |
Geser tabel ke samping untuk melihat selengkapnya
Format nomor alkes
| Prefix | Cakupan | Format lengkap |
|---|---|---|
| AKD + 12 digit | Alkes Dalam Negeri (produksi domestik) | KEMENKES RI AKD XXXXXXXXXXXX |
| AKL + 12 digit | Alkes Luar Negeri (impor) | KEMENKES RI AKL XXXXXXXXXXXX |
Geser tabel ke samping untuk melihat selengkapnya
Persyaratan dasar untuk produsen lokal
Tarif PNBP
Dasar: PP 64/2019. Rincian per kelas tidak tersedia ekplisit di sumber publik — wajib cek lampiran PP 64/2019 sebelum mengajukan. Untuk publikasi panduan ini: tarif PNBP per kelas alkes wajib diverifikasi di PP 64/2019 Lampiran atau langsung di portal regalkes.kemkes.go.id.
Realita untuk UMKM
Kelas A adalah jalur paling realistis untuk UMKM (masker kain non-bedah, kain kasa, sarung tangan non-bedah, alat bantu sederhana). Kelas B sudah memerlukan uji teknis & dokumentasi yang lebih berat. Kelas C dan D praktis hanya untuk industri menengah ke atas dengan tim regulatory affairs internal.
PKRT Kemenkes
8 menit baca
PKRT (Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga) sering tertukar dengan kosmetik. Salah klasifikasi = proses berputar antara BPOM dan Kemenkes.
Cakupan PKRT
| Kategori | Contoh | Catatan |
|---|---|---|
| Sabun cuci tangan tanpa klaim merawat kulit | Sabun antiseptik tangan, hand sanitizer | Beda dengan sabun mandi yang mengklaim merawat kulit |
| Deterjen rumah tangga | Deterjen pakaian, pembersih lantai/kamar mandi | Klaim hanya membersihkan, bukan kosmetik |
| Desinfektan rumah tangga | Cairan pembersih permukaan antibakteri | Untuk peralatan rumah, bukan kulit |
| Pewangi/pengharum | Pengharum ruangan, pewangi pakaian, kapur barus | Bukan parfum tubuh |
| Pembasmi serangga rumah tangga | Obat nyamuk semprot/bakar/elektrik | Klaim: rumah tangga |
| Tisu basah antiseptik (non-kosmetik) | Tisu desinfektan permukaan | Beda dengan tisu basah wajah |
Geser tabel ke samping untuk melihat selengkapnya
Format nomor PKRT
| Prefix | Cakupan | Format lengkap |
|---|---|---|
| PKD + digit | PKRT Dalam Negeri | KEMENKES RI PKD XXXX/XXX/X-X/XXXX |
| PKL + digit | PKRT Luar Negeri (impor) | KEMENKES RI PKL XXXX/XXX/X-X/XXXX |
Geser tabel ke samping untuk melihat selengkapnya
Persyaratan & alur
- Otoritas: Kemenkes via regalkes.kemkes.go.id, terintegrasi OSS
- Dasar: Permenkes 62/2017
- Sertifikat manufaktur: CPPKRTB (Cara Pembuatan PKRT yang Baik) — PNBP Rp 3 juta
- PJT: tenaga teknis sesuai jenis produk
- Masa berlaku: 5 tahun
Sabun: kosmetik atau PKRT?
Kosmetik (BPOM)
Sabun untuk kulit dengan klaim merawat
- Sabun mandi/badan
- Klaim "moisturizing", "untuk kulit kering", "merawat"
- Sabun wajah (facial wash)
- Sabun bath bar dengan klaim manfaat kulit
- Format nomor: NA
PKRT (Kemenkes)
Sabun untuk cuci tangan/peralatan
- Sabun cuci tangan tanpa klaim merawat kulit
- Hand sanitizer antiseptik
- Sabun cuci piring/pakaian/lantai
- Tanpa klaim "untuk kulit" atau "moisturizing"
- Format nomor: PKD
Halal paralel 17 Okt 2026
6 menit baca
Kosmetik, obat tradisional, dan suplemen kesehatan masuk fase 2 kewajiban halal — tenggat 17 Oktober 2026. Detail proses ada di Panduan Sertifikat Halal UMK SEHATI; yang penting di sini: alur halal paralel dengan notifikasi/ registrasi BPOM, bukan menunggu satu selesai.
Roadmap halal pasca 2024
| Kategori | Tenggat | Status saat ini |
|---|---|---|
| Makanan & minuman menengah/besar | 17 Okt 2024 | Sudah wajib penuh |
| Makanan & minuman UMK domestik | 18 Okt 2026 | Sekitar 4 bulan lagi |
| Kosmetik, OT, suplemen | 17 Okt 2026 | Sekitar 4 bulan lagi — fokus Modul ini |
| Obat-obatan farmasi | 2029 / 2034 | Lebih jauh, per kategori |
Geser tabel ke samping untuk melihat selengkapnya
Self-declare vs reguler untuk kosmetik
Self-declare (Sehati BPJPH) tersedia bila bahan kosmetik sederhana: tidak ada turunan hewan, tidak ada alkohol denaturasi kompleks, formulasi tidak rumit. Gratis, cepat. Jalur reguler dengan audit Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) wajib bila bahan mengandung: surfaktan turunan hewan, ekstrak hewani, alkohol kompleks, atau bahan dengan titik kritis halal lain.
Sanksi & strategi UMKM
8 menit baca
Sanksi pidana Pasal 435 UU 17/2023
12 tahun
Penjara maksimum
Rp 5 M
Denda maksimum
Kosmetik, OT, suplemen, alkes
Cakupan
Sanksi administratif
Strategi prioritas per jenis UMKM
Beauty/skincare
Jalur notifikasi kosmetik
- Klasifikasi produk dulu: kosmetik vs PKRT vs OT
- Pertimbangkan maklon — bypass investasi pabrik
- NIB + PJT (Apoteker/TTK)
- Notifikasi BPOM + halal self-declare paralel
- Hindari klaim medis di kemasan & marketing
Jamu/herbal
Jalur TR untuk UMK
- Izin UMOT/UKOT dari Dinkes Provinsi dulu
- CPOTB Bertahap (realistis UKM)
- PJT Apoteker
- Registrasi TR 1-2 produk inti, bukan portfolio penuh
- OHT/FF bukan target realistis untuk UMK murni
PKRT/alkes kelas A
Jalur Kemenkes
- Pastikan klasifikasi: PKRT vs kosmetik
- NIB dengan KBLI manufaktur yang benar
- CPPKRTB/CPAKB sebelum izin produk
- Pilih 1-2 SKU pertama, ekspansi setelah model terbukti
- Bukan BPOM — Kemenkes via regalkes
Range biaya konsultan (observasi pasar 2025–2026)
| Layanan | Range biaya | Catatan |
|---|---|---|
| Notifikasi kosmetik per SKU (paket lengkap) | Rp 5 – 15 jt | Termasuk PJT outsource bila belum punya |
| Maklon kosmetik UMKM (paket 300 pcs) | Mulai Rp 9 jt | Termasuk produksi + pendampingan notifikasi |
| Registrasi jamu TR per produk | Rp 8 – 25 jt | Termasuk pendampingan dokumen + CPOTB bertahap |
| Izin edar PKRT (PKD) per produk | Rp 5 – 10 jt | Termasuk pendampingan Kemenkes |
| Izin edar alkes kelas A (AKD) | Rp 7 – 15 jt | Termasuk klasifikasi & dokumen teknis |
| Sertifikasi CPKB/CPPKRTB/CPAKB | Rp 15 – 40 jt | Termasuk perbaikan fasilitas sesuai standar |
Geser tabel ke samping untuk melihat selengkapnya
Empat aturan dasar untuk UMKM non-pangan
Penutup
UMKM beauty/skincare/jamu/PKRT/alkes Indonesia bermain di lapangan yang kompleks dengan tiga otoritas (BPOM, Kemenkes, BPJPH) dan peraturan yang sering bergerak. Yang membedakan UMKM yang bertahan dari yang macet: klasifikasi produk yang tepat sejak awal, PJT yang kompeten, dan strategi paralel untuk halal + izin edar.
Untuk konteks pilar perizinan secara keseluruhan: Panduan Pendirian PT, PT Perorangan & CV. Untuk PB UMKU yang sering dibutuhkan paralel: Panduan PB UMKU. Untuk produk pangan kemasan: Panduan Izin Edar Pangan. Untuk sertifikat halal yang berjalan paralel: Panduan Sertifikat Halal UMK SEHATI.
Pertanyaan yang sering muncul
Saya bikin sabun handmade — wajib BPOM atau bukan?
Saya bikin jamu rumahan — wajib daftar BPOM?
Apa beda Jamu TR, OHT, dan Fitofarmaka?
Saya UMKM kosmetik tanpa pabrik sendiri — bisakah daftar BPOM?
Apa itu deadline 3 Oktober 2026 e-Notifikasi Kosmetik?
Kosmetik UMKM saya — wajib halal kapan?
Saya bikin masker kain atau alat bantu medis sederhana — wajib BPOM atau Kemenkes?
Tag
Panduan lain dari Perizinan
Multi-KBLI & Multi-Lokasi UMKM 2026: 1 NIB Banyak Cabang, NITKU & Coretax
Aturan multi-KBLI dalam 1 NIB, KBLI 46 vs 47 wajib pisah, KKPR per koordinat (1 perusahaan 50 lokasi = 50 KKPR), NPWP cabang dihapus diganti NITKU pasca PMK 136/2023 + Coretax.
Panduan Hak Cipta & Paten Sederhana UMKM 2026: Logo, Software & Invensi
Mencatatkan logo, software & konten via e-Hak Cipta DJKI (Rp 200rb flat). Plus Paten Sederhana per UU 65/2024 untuk invensi UMKM: tarif UMK Rp 200rb, proses 6 bulan, masa berlaku 10 tahun.
Panduan Pendaftaran Merek Dagang DJKI 2026: Tarif UMK, Alur & Sengketa
Cara daftar merek dagang di DJKI untuk UMKM: tarif UMK Rp 500 rb/kelas (PP 45/2024), alur e-Filing, SLA 6 bulan, kasus IKEA & Geprek Bensu, plus non-use 5 tahun pasca MK 144/2023.