Lewati ke konten
Dhuha .id

Cari panduan

Tekan Esc untuk tutup · ↑↓ navigasi

Akuntansi · Gratis

Kalkulator HPP

Hitung Harga Pokok Penjualan (HPP) usaha dagang — dari persediaan awal, pembelian bersih, hingga persediaan akhir — sekaligus gross profit margin jika harga jual diisi.

Input

Nilai stok barang dagangan di awal periode (misal: awal bulan atau awal tahun)

Rp

Total nilai pembelian barang dagangan selama periode berjalan

Rp

Ongkos kirim atau biaya pengiriman barang dari pemasok ke gudang

Rp

Barang yang dikembalikan ke pemasok atau diskon pembelian yang diterima

Rp

Nilai stok barang dagangan yang tersisa di akhir periode (hasil opname fisik)

Rp

Total pendapatan penjualan selama periode yang sama; diisi jika ingin menghitung gross profit margin

Rp

Catatan

Hasil kalkulasi bersifat estimasi berdasarkan data yang diinput. HPP aktual dalam laporan keuangan harus mengacu pada pencatatan persediaan yang teraudit dan metode penilaian persediaan yang konsisten (FIFO, average, atau identifikasi khusus). Untuk penyusunan laporan keuangan resmi, gunakan jasa akuntan atau konsultan keuangan.

Butuh pembukuan profesional? Lihat layanan kami →

Apa itu HPP?

Harga Pokok Penjualan (HPP) adalah total biaya perolehan barang yang berhasil terjual selama satu periode. HPP merupakan komponen utama dalam laporan laba rugi — dikurangkan dari pendapatan untuk menghasilkan laba kotor.

Mengetahui HPP secara akurat penting karena menentukan harga jual minimum yang menguntungkan, menjadi dasar perhitungan pajak penghasilan usaha, dan menjadi sinyal efisiensi rantai pasokan.

HPP Dagang vs. HPP Manufaktur

Kalkulator ini dirancang untuk usaha dagang — yaitu usaha yang membeli barang jadi lalu menjualnya kembali tanpa proses produksi. Komponen HPP dagang adalah persediaan awal, pembelian bersih, dan persediaan akhir.

Untuk usaha manufaktur, HPP mencakup bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik — struktur yang lebih kompleks dan memerlukan perhitungan terpisah.

Rumus yang digunakan

Pembelian Bersih = Pembelian + Biaya Angkut Masuk − Retur & Potongan

Barang Tersedia untuk Dijual = Persediaan Awal + Pembelian Bersih

HPP = Barang Tersedia untuk Dijual − Persediaan Akhir

— jika harga jual diisi —

Laba Kotor = Harga Jual − HPP

Gross Profit Margin = (Laba Kotor ÷ Harga Jual) × 100%

Gross Profit Margin (GPM) menunjukkan persentase pendapatan yang tersisa setelah menutup HPP. GPM yang lebih tinggi berarti setiap rupiah penjualan menghasilkan lebih banyak laba kotor untuk menutup biaya operasional.