Lewati ke konten
Dhuha .id

Cari panduan

Tekan Esc untuk tutup · ↑↓ navigasi

SAK EMKM vs SAK EP: Pilih Standar Laporan Keuangan UMKM 2026

Bandingkan SAK EMKM dan SAK EP — untuk siapa, format laporan, dan kapan migrasi. Plus konteks pencabutan SAK ETAP per 1 Januari 2025, agar pilihan standar Anda tepat sejak awal.


6 modul 2.4rb kata 12 menit baca

Tinjau terakhir 30 Mei 2026

Peta panduan 5 modul · klik untuk buka

Begitu pembukuanPembukuan — Pembukuan (Pasal 28 UU KUP)Proses pencatatan transaksi keuangan secara teratur untuk menyusun laporan keuangan (neraca dan laba-rugi). Wajib bagi Wajib Pajak Badan dan Wajib Pajak Orang Pribadi yang melakukan kegiatan usaha/pekerjaan bebas dengan peredaran bruto ≥ Rp 4,8 miliar/tahun. berjalan rapi dan saatnya menyusun laporan keuangan, pertanyaan teknis berikutnya muncul: standar mana yang dipakai? Untuk UMKM dan entitas privat Indonesia, dua nama yang sering muncul adalah SAK EMKMSAK EMKM — Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan MenengahStandar akuntansi sederhana yang diterbitkan IAI untuk UMKM, berlaku efektif sejak 2018. Mengatur tiga laporan inti — Laba Rugi, Posisi Keuangan, dan Catatan atas Laporan Keuangan — dengan format yang lebih ringkas dari SAK ETAP. dan SAK EPSAK EP — Standar Akuntansi Keuangan Entitas PrivatStandar akuntansi IAI untuk entitas privat (tidak terdaftar di bursa, tanpa akuntabilitas publik signifikan), efektif 1 Januari 2025 menggantikan SAK ETAP. Merujuk pada IFRS for SMEs dengan adaptasi Indonesia. Lebih lengkap dari SAK EMKM dan mengakomodasi laporan arus kas, perubahan ekuitas, serta konsolidasi.. Memilih yang tepat menentukan seberapa kompleks laporan yang harus disusun, jenis informasi yang harus ditampilkan, dan beban administrasi sehari-hari.

Pilihan ini bukan formalitas: standar yang lebih ringkas memang lebih mudah dijalankan pemilik usaha sendiri, tetapi laporannya kurang informatif untuk kebutuhan eksternal seperti kredit besar atau audit formal. Standar yang lebih lengkap memberi gambaran kaya, tetapi menuntut kompetensi akuntansi yang lebih tinggi. Panduan ini membantu memilih dengan dasar yang jelas.

Konteks tambahan yang penting: lanskap standar akuntansi privat Indonesia baru saja mengalami perubahan besar. Sampai akhir 2024, ada tiga standar yang umum dipakai entitas non-publik — SAK EMKM, SAK ETAP, dan SAK Umum. Per 1 Januari 2025, SAK ETAP resmi dicabut Dewan SAK IAIIAI — Ikatan Akuntan IndonesiaOrganisasi profesi akuntan di Indonesia, menerbitkan standar akuntansi (SAK, SAK ETAP, SAK EMKM) dan sertifikasi profesi (CA — Chartered Accountant). dan diganti SAK EP. Bagi pengguna SAK ETAP, ini bukan opsi: migrasi wajib dilakukan ke SAK EP atau, bila skala memenuhi, ke SAK EMKM. Karena itu pemahaman tentang kedua standar yang masih aktif jadi makin penting.

Ini turunan dari Panduan Pembukuan & Pajak UMKM dan menutup klaster fondasi setelah pencatatan vs pembukuan, bagan akun, dan pemisahan keuangan pribadi-usaha.

Peta perjalanan

2 standar

SAK EMKM & SAK EP — aktif untuk usaha privat

1 Jan 2025

SAK ETAP dicabut, diganti SAK EP

3 vs 5

Laporan inti — EMKM lebih ringkas dari EP

IAI

Penerbit & otoritas standar di Indonesia


01 Modul 1 dari 6

Kenapa pilihan standar penting

15 menit

Standar akuntansi bukan sekadar buku panduan teknis — ia menentukan bahasa laporan keuangan yang akan dibaca oleh pengguna eksternal: bank, otoritas pajak, calon investor, mitra bisnis. Dua usaha dengan kinerja sama persis bisa menampilkan laporan yang sangat berbeda hanya karena memakai standar berbeda. Penggunaan standar yang tepat = laporan “berbicara” sesuai konteks pembaca.

Pemilihan standar juga menentukan beban administrasi sehari-hari. Standar yang lebih ringkas berarti lebih sedikit akun yang harus dipisah, lebih sedikit pertimbangan teknis (nilai wajar, pajak tangguhan, instrumen keuangan), dan format laporan akhir yang lebih sederhana. Pemilik usaha bisa menjalankan SAK EMKM sendiri dengan disiplin pencatatanPencatatan — Pencatatan (Pasal 28 UU KUP)Pengumpulan data peredaran bruto/penerimaan bruto secara teratur sebagai dasar perhitungan pajak. Diperbolehkan untuk WP OP dengan peredaran < Rp 4,8 miliar/tahun, lebih sederhana dari pembukuan.; SAK EP umumnya menuntut kompetensi akuntansi tertentu.


02 Modul 2 dari 6

SAK EMKM — paling ringkas, untuk UMKM

20 menit

SAK EMKM adalah Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah, diterbitkan IAI dan efektif sejak 1 Januari 2018. Tujuannya spesifik: menyediakan kerangka pelaporan yang dapat dijalankan UMKM tanpa kompleksitas teknis berat.

Karakteristik utamanya tiga hal. Pertama, format laporan paling ringkas — hanya tiga laporan inti yang wajib disusun. Kedua, pengukuran murni biaya historis — tidak ada penilaian ulang aset ke nilai wajar, tidak ada pajak tangguhan, tidak ada instrumen keuangan rumit. Ketiga, asumsi entitas tanpa akuntabilitas publik signifikan — pengguna laporan diasumsikan pihak yang dekat dengan usaha (pemilik, kreditur kecil, otoritas pajak), bukan publik luas.

Tiga laporan inti SAK EMKM
Laporan Apa yang ditampilkan Frekuensi
Laba Rugi Pendapatan, beban, dan laba/rugi periode Bulanan & tahunan
Posisi Keuangan (Neraca) Aset, liabilitas, dan ekuitas pada tanggal tertentu Akhir periode
Catatan atas Laporan Keuangan Kebijakan akuntansi & rincian akun penting Menyertai laporan tahunan

Geser tabel ke samping untuk melihat selengkapnya

Yang tidak diwajibkan SAK EMKM: Laporan Arus KasArus Kas — Arus Kas (Cash Flow)Pergerakan uang masuk dan keluar dari usaha dalam suatu periode. Berbeda dari laba: arus kas positif belum tentu menandakan untung, dan untung di laporan laba rugi belum tentu berarti kas tersedia. Dipantau lewat catatan kas atau laporan arus kas. dan Laporan Perubahan Ekuitas. Bagi usaha kecil dengan struktur kepemilikan sederhana, dua laporan ini sering tidak memberi banyak nilai tambahan dibanding kompleksitas penyusunannya. Karena itu SAK EMKM mengeluarkannya dari kewajiban.


03 Modul 3 dari 6

SAK EP — pengganti SAK ETAP, untuk entitas privat

20 menit

SAK EP (Standar Akuntansi Keuangan Entitas Privat) adalah perkembangan terbesar di lanskap akuntansi privat Indonesia akhir-akhir ini. Disahkan Dewan SAK IAI pada 30 Juni 2021 dan efektif 1 Januari 2025 menggantikan SAK ETAP. SAK EP merujuk pada IFRS for SMEs dengan adaptasi kondisi Indonesia.

Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) tidak lagi berlaku sejak 1 Januari 2025, digantikan oleh Standar Akuntansi Keuangan Entitas Privat (SAK EP).

IAI — Pemberlakuan SAK EP per 1 Januari 2025

SAK EP dirancang untuk entitas privat — perusahaan yang tidak terdaftar di bursa efek dan tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan, tetapi skalanya lebih besar dari UMKM atau punya kompleksitas yang melampaui SAK EMKM. Termasuk di sini: PT skala menengah, koperasi, yayasan besar, dan entitas yang punya anak perusahaan.

Lima laporan keuangan menurut SAK EP
Laporan Apa yang ditampilkan Tambahan dari SAK EMKM?
Laba Rugi & Penghasilan Komprehensif Lain Pendapatan, beban, laba/rugi + OCI Diperluas
Posisi Keuangan Aset, liabilitas, ekuitas Sama struktur, lebih rinci
Perubahan Ekuitas Pergerakan tiap pos ekuitas Wajib (tidak ada di EMKM)
Arus Kas Pergerakan kas operasi, investasi, pendanaan Wajib (tidak ada di EMKM)
Catatan atas Laporan Keuangan Kebijakan akuntansi & rincian Lebih luas & teknis

Geser tabel ke samping untuk melihat selengkapnya

SAK EP juga mengakomodasi ketentuan teknis yang tidak ada di SAK EMKM: pengakuan nilai wajar untuk aset tertentu, perlakuan instrumen keuangan, pajak tangguhan, dan laporan konsolidasi untuk entitas yang punya anak perusahaan. Kompleksitas ini yang membuat SAK EP umumnya membutuhkan kompetensi akuntansi yang lebih tinggi.


04 Modul 4 dari 6

Perbandingan praktis kunci

15 menit

Setelah memahami masing-masing standar, perbandingan langsung membantu menempatkan keduanya dalam konteks pilihan.

SAK EMKM vs SAK EP — perbandingan praktis

SAK EMKM

Paling ringkas, untuk UMKM

  • 3 laporan inti (Laba Rugi, Posisi Keuangan, CALK)
  • Pengukuran murni biaya historis
  • Bisa dijalankan pemilik usaha sendiri
  • Tidak akomodasi konsolidasi & nilai wajar

SAK EP

Lebih lengkap, untuk entitas privat

  • 5 laporan (tambah Arus Kas & Perubahan Ekuitas)
  • Akomodasi nilai wajar, instrumen keuangan, pajak tangguhan
  • Mengakomodasi konsolidasi anak perusahaan
  • Umumnya butuh kompetensi akuntansi tertentu
Aspek teknis: SAK EMKM vs SAK EP
Aspek SAK EMKM SAK EP
Penerbit & otoritas IAI (Dewan SAK) IAI (Dewan SAK)
Efektif 1 Januari 2018 1 Januari 2025 (gantikan SAK ETAP)
Rujukan internasional Berdiri sendiri IFRS for SMEs (adaptasi)
Jumlah laporan wajib 3 5
Dasar pengukuran Biaya historis Biaya historis + nilai wajar (kondisi tertentu)
Laporan konsolidasi Tidak diakomodasi Diakomodasi
Pajak tangguhan Tidak diatur Diatur
Tingkat kompleksitas Rendah — dapat dikerjakan pemilik Menengah — umumnya butuh akuntan
Cocok untuk UMKM dgn transaksi sederhana Entitas privat skala menengah-besar

Geser tabel ke samping untuk melihat selengkapnya


05 Modul 5 dari 6

Memilih standar & merencanakan migrasi

20 menit

Pilihan standar bersifat strategis — sekali ditetapkan, sebaiknya dipertahankan antar periode untuk menjaga pembanding laporan tetap valid. Tiga pertanyaan menuntun keputusan dengan jelas.

01

Seberapa rumit transaksi usaha Anda?

Bila transaksi mayoritas berupa jual-beli barang/jasa, gaji, sewa, dan transaksi kas-bank standar — SAK EMKM cukup. Bila ada instrumen keuangan (obligasi, derivatif), revaluasi aset, atau aset yang nilainya berubah signifikan — SAK EP lebih sesuai.

02

Siapa yang membaca laporan keuangan Anda?

Bila pengguna laporan adalah pemilik sendiri, otoritas pajak, dan kreditur kecil — SAK EMKM memadai. Bila Anda mengajukan kredit besar, butuh audit formal, atau bicara dengan investor profesional — SAK EP memberi informasi yang sering mereka harapkan (Arus Kas, Perubahan Ekuitas).

03

Apakah struktur usaha sederhana atau punya anak perusahaan?

Bila usaha tunggal tanpa entitas terafiliasi — SAK EMKM cocok. Bila punya anak perusahaan dan butuh laporan konsolidasi — wajib SAK EP, karena SAK EMKM tidak mengakomodasi konsolidasi.

Skenario umum dan pilihan standar yang tepat
Profil usaha Standar yang disarankan Alasan
Warung/toko kelontong, omzet < Rp2 M SAK EMKM Transaksi sederhana, pembaca laporan terbatas
UMKM jasa/dagang, omzet Rp2–10 M SAK EMKM Masih dalam scope, cukup ringkas
PT menengah, omzet Rp10–50 M, akan ajukan kredit besar SAK EP Bank biasanya minta Arus Kas
PT dengan anak perusahaan SAK EP (wajib) Konsolidasi tidak ada di SAK EMKM
Pengguna SAK ETAP saat ini Migrasi: SAK EMKM atau SAK EP SAK ETAP dicabut per 1 Jan 2025
Koperasi (yg punya anak unit) SAK EP Konsolidasi diperlukan

Geser tabel ke samping untuk melihat selengkapnya

Tahap migrasi dari SAK ETAP atau antar-standar

Saat memutuskan berpindah standar, lakukan dengan disiplin agar laporan tetap dapat dibandingkan antar periode.

01

Tetapkan tanggal transisi yang jelas

Umumnya awal tahun buku. Misal 1 Januari 2026: laporan tahun 2026 dan setelahnya disusun dengan standar baru.

02

Bandingkan kebijakan akuntansi lama vs baru

Identifikasi pos-pos yang perlakuannya berbeda — misalnya, SAK EMKM pakai biaya historis sedang SAK EP mungkin minta nilai wajar untuk aset tertentu.

03

Sesuaikan saldo awal akun yang berbeda

Hitung selisih akibat perubahan kebijakan, dokumentasikan di Catatan atas Laporan Keuangan sebagai “penyesuaian saldo awal”.

04

Sajikan laporan komparatif

Tahun pertama dengan standar baru, sajikan ulang periode pembanding agar kedua tahun pakai basis yang sama.


06 Modul 6 dari 6

Mulai implementasi dengan tepat

15 menit

Setelah standar dipilih, tiga hal menentukan apakah implementasinya berjalan rapi atau berantakan: dokumentasi kebijakan, template laporan, dan disiplin antar periode.

Standar yang Anda pilih juga perlu diselaraskan dengan bagan akun. SAK EMKM yang ringkas sebaiknya didukung CoA yang ringkas; SAK EP yang lebih kaya menuntut CoA dengan rincian lebih banyak (mis. pos OCI, instrumen keuangan, pajak tangguhan).


Kesalahan umum saat memilih standar

  • Mengira SAK ETAP masih berlaku. Sudah dicabut 1 Januari 2025; pengguna lama wajib migrasi.
  • Memaksakan SAK EP karena terdengar “lebih profesional”. Bila skala usaha kecil & transaksi sederhana, kompleksitas SAK EP malah jadi beban tanpa nilai tambah.
  • Memilih SAK EMKM padahal butuh laporan konsolidasi. SAK EMKM tidak mengakomodasi konsolidasi — wajib SAK EP bila punya anak perusahaan.
  • Berganti standar tiap tahun karena bingung. Inkonsistensi menghancurkan kemampuan membandingkan laporan antar periode — pegang satu standar minimal beberapa tahun.
  • Memakai standar tanpa dokumentasi kebijakan akuntansi. Saat audit atau pemeriksaan, dokumentasi kebijakan yang jelas menyelamatkan dari pertanyaan teknis yang sulit dijawab dadakan.
  • Tidak mengantisipasi kebutuhan migrasi. Saat usaha tumbuh, pertimbangkan migrasi ke SAK EP secara bertahap, bukan mendadak saat ada audit atau pengajuan kredit besar.

Checklist memilih standar laporan


Penutup

Memilih antara SAK EMKM dan SAK EP bukan keputusan teknis murni — pilihan ini menentukan beban administrasi sehari-hari, jenis informasi yang dapat Anda tampilkan ke pembaca laporan, dan kemampuan usaha beradaptasi saat skala membesar. Bagi mayoritas UMKM dengan transaksi sederhana, SAK EMKM tetap pilihan paling masuk akal — ringkas, dapat dijalankan sendiri, dan memberi gambaran cukup untuk pemilik dan otoritas pajak. SAK EP masuk saat usaha menuntut laporan yang lebih kaya: kredit besar, audit formal, anak perusahaan, atau investor.

Yang pasti, pengguna SAK ETAP tidak punya pilihan untuk tetap di standar lama — wajib migrasi ke salah satu standar aktif. Untuk transisi yang kompleks, pendampingan akuntan publik atau konsultan akuntansi sangat membantu agar penyesuaian saldo awal dan kebijakan akuntansi tertata sejak hari pertama.

Setelah standar mantap, kembali ke pilar Panduan Pembukuan & Pajak UMKM untuk gambaran tata kelola keuangan menyeluruh — dari pencatatan harian, bagan akunBagan Akun — Bagan Akun (Chart of Accounts/CoA)Daftar terstruktur semua akun yang dipakai dalam pembukuan, diberi kode dan dikelompokkan menjadi aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, dan beban. Menjadi kerangka pencatatan transaksi sekaligus dasar penyusunan laporan keuangan. Dikenal juga sebagai Chart of Accounts (CoA)., pemisahan keuangan, sampai administrasi pajak. Topik keuangan lain di kategori Keuangan.

Pertanyaan yang sering muncul

Kenapa SAK ETAP dicabut dan apa penggantinya?
Dewan Standar Akuntansi Keuangan IAI mencabut SAK ETAP per 1 Januari 2025 karena tidak lagi memenuhi kebutuhan beberapa industri (mis. tidak mengakomodasi laporan konsolidasi yang dibutuhkan koperasi). Penggantinya adalah SAK EP (Standar Akuntansi Keuangan Entitas Privat) yang merujuk pada IFRS for SMEs dengan adaptasi Indonesia. SAK EMKM tetap berlaku untuk UMKM tanpa perubahan.
Apa beda mendasar SAK EMKM dan SAK EP?
SAK EMKM dirancang untuk usaha mikro, kecil, dan menengah dengan transaksi sederhana — mensyaratkan 3 laporan inti (Laba Rugi, Posisi Keuangan, CALK) dan pengukuran hanya pakai biaya historis. SAK EP lebih lengkap — 5 laporan termasuk Arus Kas & Perubahan Ekuitas, mengakomodasi nilai wajar, instrumen keuangan, dan laporan konsolidasi untuk entitas yang punya anak perusahaan.
Saya UMKM kecil, mana yang lebih cocok?
Sebagian besar UMKM yang menjalankan usaha tunggal dengan transaksi standar (jual-beli, gaji, sewa, kas-bank) cocok memakai SAK EMKM. Pertimbangkan SAK EP bila Anda butuh laporan yang diterima auditor untuk audit formal, mengajukan kredit di atas Rp10–25 miliar, atau punya kompleksitas seperti instrumen keuangan & anak perusahaan.
Apakah harus pakai akuntan untuk pakai SAK EP?
Tidak diwajibkan, tetapi sangat dianjurkan. SAK EP punya banyak ketentuan teknis (nilai wajar, instrumen keuangan, pajak tangguhan) yang sulit dijalankan benar tanpa latar belakang akuntansi. SAK EMKM bisa dijalankan pemilik usaha sendiri dengan disiplin pencatatan; SAK EP cenderung menuntut pendampingan akuntan internal atau jasa profesional.
Bagaimana cara migrasi dari SAK ETAP ke SAK EP?
Tahapnya: (1) tetapkan tanggal transisi (umumnya awal tahun buku), (2) bandingkan kebijakan akuntansi lama vs ketentuan SAK EP, (3) sesuaikan saldo awal akun yang berbeda perlakuan (mis. pengakuan provisi, nilai wajar), (4) sajikan laporan komparatif sesuai SAK EP. Karena teknis, sebagian besar entitas mengandalkan jasa akuntan saat transisi pertama.
Bolehkah berganti standar dari SAK EMKM ke SAK EP saat usaha tumbuh?
Boleh dan kadang perlu. Bila skala usaha membesar — omzet menembus puluhan miliar, butuh laporan untuk audit/investor, atau muncul anak perusahaan — bermigrasi ke SAK EP menjadi langkah logis. Lakukan saat pergantian tahun buku, sajikan ulang laporan komparatif sesuai SAK EP, dan dokumentasikan kebijakan akuntansi baru di catatan atas laporan keuangan.

Panduan lain dari Keuangan