Menyusun Bagan Akun (Chart of Accounts) UMKM per Sektor Usaha
Cara menyusun bagan akun (chart of accounts) untuk UMKM: lima kelompok akun dan sistem penomoran, plus contoh CoA siap pakai untuk usaha jasa, dagang, dan kuliner sesuai SAK EMKM.
Tinjau terakhir 29 Mei 2026
Peta panduan 5 modul · klik untuk buka
Peta panduan
Pilar ini terdiri dari 5 panduan turunan. Ikuti urutan, atau lompat ke modul yang relevan.
- Pilar Pembukuan & Pajak UMKM dari Nol: Panduan Tata Kelola Keuangan 2026
- 01 Modul 1 Pencatatan vs Pembukuan & NPPN: Pilihan Pajak UMKM Orang Pribadi
- 02 Modul 2 Menyusun Bagan Akun (Chart of Accounts) UMKM per Sektor Usaha
- 03 Modul 3 Memisahkan Keuangan Pribadi & Usaha + Mengelola Kas untuk UMKM
- 04 Modul 4 SAK EMKM vs SAK EP: Pilih Standar Laporan Keuangan UMKM 2026
- 05 Modul 5 Panduan PPh Final UMKM 0,5% 2026: Setelah Revisi PP 20/2026
Begitu sebuah usaha memutuskan menyelenggarakan pembukuanPembukuan — Pembukuan (Pasal 28 UU KUP)Proses pencatatan transaksi keuangan secara teratur untuk menyusun laporan keuangan (neraca dan laba-rugi). Wajib bagi Wajib Pajak Badan dan Wajib Pajak Orang Pribadi yang melakukan kegiatan usaha/pekerjaan bebas dengan peredaran bruto ≥ Rp 4,8 miliar/tahun., pertanyaan pertama yang muncul biasanya teknis: transaksi ini dicatat ke mana? Jawaban atas pertanyaan itu bergantung pada satu kerangka yang sering dilewati pemula — bagan akun. Tanpa kerangka ini, catatan keuangan tumbuh acak dan sulit diringkas menjadi laporan yang berguna. Akibatnya bukan sekadar berantakan: keputusan harga, stok, dan ekspansi terpaksa diambil tanpa dasar angka yang jelas, dan saat data dibutuhkan untuk kredit atau pajak, semuanya harus direkonstruksi dari nol.
Panduan ini menunjukkan cara menyusun Bagan AkunBagan Akun — Bagan Akun (Chart of Accounts/CoA)Daftar terstruktur semua akun yang dipakai dalam pembukuan, diberi kode dan dikelompokkan menjadi aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, dan beban. Menjadi kerangka pencatatan transaksi sekaligus dasar penyusunan laporan keuangan. Dikenal juga sebagai Chart of Accounts (CoA). yang rapi dan sesuai SAK EMKMSAK EMKM — Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan MenengahStandar akuntansi sederhana yang diterbitkan IAI untuk UMKM, berlaku efektif sejak 2018. Mengatur tiga laporan inti — Laba Rugi, Posisi Keuangan, dan Catatan atas Laporan Keuangan — dengan format yang lebih ringkas dari SAK ETAP., lengkap dengan contoh siap pakai untuk tiga sektor UMKM tersering: jasa, dagang, dan kuliner. Ini turunan dari Panduan Pembukuan & Pajak UMKM dan kelanjutan langsung dari panduan pencatatan vs pembukuan — bagan akun adalah langkah pertama begitu jalur pembukuan dipilih.
Peta perjalanan
5 kelompok
Aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, beban
3–4 digit
Kedalaman kode yang cukup untuk UMKM
3 sektor
Contoh CoA: jasa, dagang, kuliner
SAK EMKM
Standar acuan struktur akun
Memahami fungsi bagan akun
15 menit
Bagan akun adalah daftar terstruktur dari semua akun yang dipakai untuk mencatat transaksi, masing-masing diberi kode dan nama. Anggap saja seperti deretan laci berlabel: tiap transaksi punya laci yang tepat untuk disimpan. Ketika seluruh transaksi sepanjang tahun tersimpan di laci yang benar, menyusun laporan keuangan tinggal menjumlahkan isi tiap kelompok.
Inilah mengapa bagan akun mendahului segalanya dalam pembukuan. Ia bukan sekadar daftar; ia menentukan bagaimana usaha “melihat” keuangannya. Bagan yang dirancang baik membuat laba kotor, beban operasional, dan posisi kas langsung terbaca. Bagan yang asal-asalan membuat angka-angka penting tenggelam dan keputusan jadi menebak.
Bayangkan dua pemilik kafe yang sama-sama beromzet Rp50 juta sebulan. Yang satu mencatat semua pengeluaran sebagai “biaya operasional”; yang lain memisahkan biaya bahan, gaji, sewa, dan kemasan ke akun masing-masing. Ketika laba menipis, hanya pemilik kedua yang bisa melihat bahwa biaya bahan membengkak — pemilik pertama cuma tahu untungnya berkurang, tanpa tahu di mana. Bagan akun yang baik mengubah angka menjadi petunjuk yang bisa ditindaklanjuti.
Lima kelompok akun & sistem penomoran
20 menit
Apa pun sektornya, semua akun jatuh ke salah satu dari lima kelompok besar. Konvensi penomoran yang lazim dipakai menandai kelompok itu lewat digit pertama kode akun.
| Digit | Kelompok | Isi | Masuk laporan |
|---|---|---|---|
| 1 | Aset | Kas, bank, piutang, persediaan, peralatan | Posisi keuangan |
| 2 | Liabilitas | Utang usaha, utang bank, utang pajak | Posisi keuangan |
| 3 | Ekuitas | Modal pemilik, prive, laba ditahan | Posisi keuangan |
| 4 | Pendapatan | Penjualan / pendapatan jasa | Laba rugi |
| 5 | Beban | HPP, gaji, sewa, listrik, penyusutan | Laba rugi |
Geser tabel ke samping untuk melihat selengkapnya
Digit berikutnya merinci. Misalnya kode kas bisa ditulis 1-1000: angka 1 pertama menandai aset, blok berikutnya menandai aset lancar, lalu kas secara spesifik. Untuk UMKM, kedalaman 3–4 digit sudah cukup — tidak perlu sistem berlapis seperti korporasi besar.
Mengenali sifat tiap kelompok juga membantu saat mencatat. Aset, beban, dan privePrive — Prive (Penarikan Pemilik)Penarikan uang atau aset usaha untuk kepentingan pribadi pemilik (owner's draw), bukan dicatat sebagai beban. Prive mengurangi ekuitas pemilik di laporan posisi keuangan, sehingga laba usaha tetap mencerminkan hasil kegiatan operasional dan tidak tertukar dengan konsumsi pribadi. bertambah di sisi debit; liabilitas, ekuitas, dan pendapatan bertambah di sisi kredit. Pemahaman dasar ini menjadi pegangan ketika ragu apakah sebuah transaksi menambah atau mengurangi suatu akun — meski software akuntansi modern kini menangani sebagian besar mekanikanya secara otomatis, logika di baliknya tetap perlu dipahami pemilik usaha.
Bagan akun usaha jasa
15 menit
Usaha jasa — konsultan, agensi, salon, bengkel, jasa desain — adalah yang paling ringkas bagan akunnya. Tidak ada barang yang dibeli untuk dijual kembali, sehingga tidak ada persediaan maupun harga pokok penjualan. Pendapatannya berupa pendapatan jasa, dan bebannya didominasi gaji serta biaya operasional.
| Kode | Nama akun | Kelompok |
|---|---|---|
| 1-1000 | Kas | Aset |
| 1-1100 | Bank | Aset |
| 1-1200 | Piutang Usaha | Aset |
| 1-1500 | Peralatan | Aset |
| 1-1600 | Akumulasi Penyusutan Peralatan | Aset (kontra) |
| 2-1000 | Utang Usaha | Liabilitas |
| 3-1000 | Modal Pemilik | Ekuitas |
| 3-2000 | Prive | Ekuitas |
| 4-1000 | Pendapatan Jasa | Pendapatan |
| 5-1000 | Beban Gaji | Beban |
| 5-2000 | Beban Sewa | Beban |
| 5-3000 | Beban Listrik & Internet | Beban |
| 5-4000 | Beban Penyusutan | Beban |
Geser tabel ke samping untuk melihat selengkapnya
Akun “Prive” mencatat penarikan uang usaha untuk keperluan pribadi pemilik — pemisahan yang penting agar laba usaha tidak rancu. Pemisahan keuangan pribadi dan usaha dibahas tersendiri dalam panduan klaster ini. Dari bagan seramping ini, laporan laba rugi usaha jasa praktis tinggal mengurangkan total beban dari pendapatan jasa.
Satu hal yang sering luput pada usaha jasa adalah piutang. Karena jasa kerap ditagih setelah pekerjaan selesai, pendapatan bisa sudah diakui sementara uangnya belum masuk. Akun Piutang Usaha menjembatani jeda ini — tanpa mencatatnya, laporan bisa terlihat lesu padahal ada tagihan berjalan, atau sebaliknya kas terlihat sehat padahal sebagian sebenarnya sudah jadi hak pihak lain.
Bagan akun usaha dagang
15 menit
Usaha dagang — toko, reseller, distributor — menambah dua hal yang tidak ada di usaha jasa: persediaan barang dagang di kelompok aset, dan HPPHPP — Harga Pokok PenjualanTotal biaya langsung untuk memperoleh atau memproduksi barang yang terjual dalam suatu periode. Pada usaha dagang dihitung dari persediaan awal + pembelian − persediaan akhir. HPP mengurangi penjualan untuk memperoleh laba kotor. di kelompok beban. Keduanya muncul karena ada barang yang dibeli lalu dijual kembali, dan laba kotor baru terlihat setelah penjualan dikurangi HPP.
| Kode | Nama akun | Kelompok |
|---|---|---|
| 1-1300 | Persediaan Barang Dagang | Aset |
| 2-1000 | Utang Usaha (ke pemasok) | Liabilitas |
| 4-1000 | Penjualan | Pendapatan |
| 4-1900 | Retur & Potongan Penjualan | Pendapatan (kontra) |
| 5-1000 | Harga Pokok Penjualan (HPP) | Beban |
| 5-1100 | Pembelian Barang | Beban |
| 5-2000 | Beban Gaji | Beban |
| 5-3000 | Beban Sewa Toko | Beban |
| 5-4000 | Beban Pengiriman | Beban |
Geser tabel ke samping untuk melihat selengkapnya
Persediaan adalah jantung usaha dagang. Karena nilainya memengaruhi HPP — yang dihitung dari persediaan awal ditambah pembelian dikurangi persediaan akhir — ketertiban mencatat keluar-masuk barang menentukan akurasi laba. Banyak toko yang laporannya tampak untung padahal merugi, semata karena persediaan tidak pernah dihitung ulang.
Karena itu stok opname — menghitung fisik persediaan secara berkala — menjadi rutinitas wajib usaha dagang, bukan sekadar formalitas. Selisih antara catatan dan hitungan fisik mengungkap kebocoran: barang hilang, rusak, atau salah catat. Pada tahap awal, metode rata-rata umumnya paling praktis untuk UMKM karena tidak menuntut pelacakan tiap unit secara terpisah, cukup nilai rata-rata per jenis barang.
Bagan akun usaha kuliner
15 menit
Usaha kuliner — warung, kafe, katering, restoran — pada dasarnya usaha dagang dengan satu perbedaan: yang disimpan bukan barang jadi, melainkan bahan baku. HPP-nya adalah biaya bahan yang terpakai untuk menu yang terjual, sering disebut food cost.
| Kode | Nama akun | Kelompok |
|---|---|---|
| 1-1300 | Persediaan Bahan Baku | Aset |
| 1-1310 | Persediaan Bahan Pendukung & Kemasan | Aset |
| 4-1000 | Penjualan Makanan & Minuman | Pendapatan |
| 5-1000 | Harga Pokok Penjualan (Bahan Terpakai) | Beban |
| 5-1100 | Pembelian Bahan | Beban |
| 5-2000 | Beban Gaji Dapur & Pelayan | Beban |
| 5-3000 | Beban Gas & Listrik | Beban |
| 5-3500 | Beban Kemasan & Bahan Habis Pakai | Beban |
Geser tabel ke samping untuk melihat selengkapnya
Tantangan kuliner adalah bahan yang mudah rusak dan porsi yang sulit seragam, sehingga food cost gampang bocor tanpa disadari. Memisahkan akun pembelian bahan dari beban kemasan membantu melihat ke mana biaya benar- benar mengalir. Untuk usaha manufaktur yang lebih kompleks, polanya berkembang lagi: persediaan terbagi menjadi bahan baku, barang dalam proses, dan barang jadi, dengan biaya produksi dipecah menjadi bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik.
Disiplin yang membedakan kuliner sehat dari yang sekadar ramai adalah menjaga food cost pada porsi wajar dari penjualan. Bila akun pembelian bahan, kemasan, dan gas dipisahkan rapi, rasio biaya bahan terhadap omzet bisa dipantau tiap bulan — dan kenaikan harga bahan yang menggerus margin langsung terbaca, bukan baru disadari saat kas menipis di akhir bulan.
Jasa
Tanpa persediaan
- Tidak ada persediaan & HPP
- Pendapatan = pendapatan jasa
- Beban didominasi gaji & operasional
- Bagan paling ringkas
Dagang
Barang jadi
- Persediaan barang dagang
- HPP dari barang terjual
- Muncul angka laba kotor
- Catat keluar-masuk barang
Kuliner
Bahan baku
- Persediaan bahan baku & kemasan
- HPP = food cost (bahan terpakai)
- Akun gas, kemasan, bahan habis pakai
- Rawan kebocoran bila porsi tak seragam
Membangun & merawat bagan akun Anda
20 menit
Contoh-contoh di atas adalah titik awal, bukan cetakan kaku. Bagan akun yang baik tumbuh dari kegiatan nyata usaha — disusun secukupnya di awal, lalu disesuaikan saat kebutuhan muncul.
Dalam praktik, bagan akun bisa hidup di mana saja — buku, spreadsheet, atau aplikasi akuntansi. Yang menentukan bukan medianya, melainkan kedisiplinan memakainya. Beri nama akun yang jelas dan seragam, hindari singkatan yang hanya dipahami satu orang, dan simpan daftarnya di tempat yang mudah dirujuk siapa pun yang mencatat. Bagan akun yang rapi tetapi tidak konsisten dipakai sama tak bergunanya dengan tidak punya bagan sama sekali.
Mulai dari lima kelompok
Buat kerangka aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, dan beban dengan digit penomoran 1–5.
Pilih pola sesuai sektor
Ambil contoh jasa, dagang, atau kuliner di atas sebagai dasar, lalu sesuaikan dengan kegiatan nyata usaha Anda.
Tambah akun seperlunya
Pecah sebuah akun menjadi sub-akun hanya bila Anda benar-benar perlu memantaunya terpisah — bukan karena terlihat lengkap.
Tetapkan aturan pemakaian
Catat transaksi serupa selalu ke akun yang sama, dan dokumentasikan keputusan itu agar konsisten lintas waktu dan lintas pencatat.
Tinjau berkala
Setiap akhir tahun, hapus akun yang tak terpakai dan tambah yang diperlukan lini usaha baru.
Kesalahan umum saat menyusun bagan akun
- Menyamakan bagan jasa dan dagang. Usaha dagang/kuliner butuh persediaan dan HPP yang tidak ada di jasa.
- Mencampur uang pribadi dan usaha tanpa akun prive. Laba jadi rancu dan keputusan keliru.
- Membuat akun terlalu banyak. Pencatat ragu memilih, dan konsistensi runtuh.
- Menumpuk semua beban jadi “lain-lain”. Laporan kehilangan daya jelasnya.
- Tidak menghitung ulang persediaan. HPP jadi salah, laba terlihat besar padahal tidak.
- Berganti akun untuk transaksi serupa. Laporan antar periode tidak bisa dibandingkan.
Checklist bagan akun siap pakai
Penutup
Bagan akun adalah fondasi yang menentukan apakah pembukuan menghasilkan laporan yang berguna atau sekadar tumpukan angka. Kerangkanya universal — lima kelompok dengan penomoran 1 sampai 5 — tetapi isinya menyesuaikan sektor: jasa paling ringkas, dagang dan kuliner menambah persediaan serta HPP. Disusun selaras SAK EMKM, bagan akun membuat laporan posisi keuangan dan laba rugi tinggal mengikuti pengelompokan yang sudah ada.
Manfaatnya melampaui kerapian. Bagan akun yang konsisten memungkinkan membandingkan kinerja antar bulan dan antar tahun, mendeteksi pos biaya yang membengkak, dan menyiapkan angka yang kredibel saat mengajukan kredit atau menghitung pajak. Investasi waktu di awal untuk menatanya terbayar setiap kali laporan perlu dibuat — yang, bagi usaha yang berjalan, terjadi terus-menerus.
Prinsip akhirnya sederhana: cukup rinci untuk menerangi keputusan, cukup ringkas untuk dijaga konsisten. Setelah bagan akun berdiri, langkah berikutnya adalah menyusun laporan keuangan darinya — dibahas dalam panduan klaster ini. Pelajari juga dasar memilih jalur pencatatanPencatatan — Pencatatan (Pasal 28 UU KUP)Pengumpulan data peredaran bruto/penerimaan bruto secara teratur sebagai dasar perhitungan pajak. Diperbolehkan untuk WP OP dengan peredaran < Rp 4,8 miliar/tahun, lebih sederhana dari pembukuan. di panduan pencatatan vs pembukuan, dan gambaran menyeluruh di Panduan Pembukuan & Pajak UMKM. Topik keuangan lain tersedia di kategori Keuangan.
Pertanyaan yang sering muncul
Apa itu bagan akun dan kenapa usaha kecil membutuhkannya?
Bagaimana sistem penomoran akun yang umum dipakai?
Apa beda bagan akun usaha jasa dan usaha dagang?
Apakah bagan akun harus mengikuti format resmi tertentu?
Seberapa rinci sebaiknya bagan akun UMKM?
Apa bagan akun untuk usaha kuliner berbeda dari dagang biasa?
Panduan lain dari Keuangan
SAK EMKM vs SAK EP: Pilih Standar Laporan Keuangan UMKM 2026
Bandingkan SAK EMKM dan SAK EP — untuk siapa, format laporan, dan kapan migrasi. Plus konteks pencabutan SAK ETAP per 1 Januari 2025, agar pilihan standar Anda tepat sejak awal.
Pencatatan vs Pembukuan & NPPN: Pilihan Pajak UMKM Orang Pribadi
Pahami beda pencatatan dan pembukuan menurut Pasal 28 UU KUP, siapa yang wajib masing-masing di batas omzet Rp4,8 miliar, dan cara kerja NPPN — plus memilih antara PPh Final 0,5%, norma, atau pembukuan.
Memisahkan Keuangan Pribadi & Usaha + Mengelola Kas untuk UMKM
Cara memisahkan keuangan pribadi dan usaha UMKM: rekening terpisah, sistem prive & gaji pemilik, mengelola kas harian dan arus kas — plus risiko hukum mencampur harta untuk badan usaha.