Lewati ke konten
Dhuha .id

Cari panduan

Tekan Esc untuk tutup · ↑↓ navigasi

Menyusun Bagan Akun (Chart of Accounts) UMKM per Sektor Usaha

Cara menyusun bagan akun (chart of accounts) untuk UMKM: lima kelompok akun dan sistem penomoran, plus contoh CoA siap pakai untuk usaha jasa, dagang, dan kuliner sesuai SAK EMKM.


6 modul 2.2rb kata 11 menit baca

Tinjau terakhir 29 Mei 2026

Peta panduan 5 modul · klik untuk buka

Begitu sebuah usaha memutuskan menyelenggarakan pembukuanPembukuan — Pembukuan (Pasal 28 UU KUP)Proses pencatatan transaksi keuangan secara teratur untuk menyusun laporan keuangan (neraca dan laba-rugi). Wajib bagi Wajib Pajak Badan dan Wajib Pajak Orang Pribadi yang melakukan kegiatan usaha/pekerjaan bebas dengan peredaran bruto ≥ Rp 4,8 miliar/tahun., pertanyaan pertama yang muncul biasanya teknis: transaksi ini dicatat ke mana? Jawaban atas pertanyaan itu bergantung pada satu kerangka yang sering dilewati pemula — bagan akun. Tanpa kerangka ini, catatan keuangan tumbuh acak dan sulit diringkas menjadi laporan yang berguna. Akibatnya bukan sekadar berantakan: keputusan harga, stok, dan ekspansi terpaksa diambil tanpa dasar angka yang jelas, dan saat data dibutuhkan untuk kredit atau pajak, semuanya harus direkonstruksi dari nol.

Panduan ini menunjukkan cara menyusun Bagan AkunBagan Akun — Bagan Akun (Chart of Accounts/CoA)Daftar terstruktur semua akun yang dipakai dalam pembukuan, diberi kode dan dikelompokkan menjadi aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, dan beban. Menjadi kerangka pencatatan transaksi sekaligus dasar penyusunan laporan keuangan. Dikenal juga sebagai Chart of Accounts (CoA). yang rapi dan sesuai SAK EMKMSAK EMKM — Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan MenengahStandar akuntansi sederhana yang diterbitkan IAI untuk UMKM, berlaku efektif sejak 2018. Mengatur tiga laporan inti — Laba Rugi, Posisi Keuangan, dan Catatan atas Laporan Keuangan — dengan format yang lebih ringkas dari SAK ETAP., lengkap dengan contoh siap pakai untuk tiga sektor UMKM tersering: jasa, dagang, dan kuliner. Ini turunan dari Panduan Pembukuan & Pajak UMKM dan kelanjutan langsung dari panduan pencatatan vs pembukuan — bagan akun adalah langkah pertama begitu jalur pembukuan dipilih.

Peta perjalanan

5 kelompok

Aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, beban

3–4 digit

Kedalaman kode yang cukup untuk UMKM

3 sektor

Contoh CoA: jasa, dagang, kuliner

SAK EMKM

Standar acuan struktur akun


01 Modul 1 dari 6

Memahami fungsi bagan akun

15 menit

Bagan akun adalah daftar terstruktur dari semua akun yang dipakai untuk mencatat transaksi, masing-masing diberi kode dan nama. Anggap saja seperti deretan laci berlabel: tiap transaksi punya laci yang tepat untuk disimpan. Ketika seluruh transaksi sepanjang tahun tersimpan di laci yang benar, menyusun laporan keuangan tinggal menjumlahkan isi tiap kelompok.

Inilah mengapa bagan akun mendahului segalanya dalam pembukuan. Ia bukan sekadar daftar; ia menentukan bagaimana usaha “melihat” keuangannya. Bagan yang dirancang baik membuat laba kotor, beban operasional, dan posisi kas langsung terbaca. Bagan yang asal-asalan membuat angka-angka penting tenggelam dan keputusan jadi menebak.

Bayangkan dua pemilik kafe yang sama-sama beromzet Rp50 juta sebulan. Yang satu mencatat semua pengeluaran sebagai “biaya operasional”; yang lain memisahkan biaya bahan, gaji, sewa, dan kemasan ke akun masing-masing. Ketika laba menipis, hanya pemilik kedua yang bisa melihat bahwa biaya bahan membengkak — pemilik pertama cuma tahu untungnya berkurang, tanpa tahu di mana. Bagan akun yang baik mengubah angka menjadi petunjuk yang bisa ditindaklanjuti.


02 Modul 2 dari 6

Lima kelompok akun & sistem penomoran

20 menit

Apa pun sektornya, semua akun jatuh ke salah satu dari lima kelompok besar. Konvensi penomoran yang lazim dipakai menandai kelompok itu lewat digit pertama kode akun.

Lima kelompok akun & digit penomoran standar
Digit Kelompok Isi Masuk laporan
1 Aset Kas, bank, piutang, persediaan, peralatan Posisi keuangan
2 Liabilitas Utang usaha, utang bank, utang pajak Posisi keuangan
3 Ekuitas Modal pemilik, prive, laba ditahan Posisi keuangan
4 Pendapatan Penjualan / pendapatan jasa Laba rugi
5 Beban HPP, gaji, sewa, listrik, penyusutan Laba rugi

Geser tabel ke samping untuk melihat selengkapnya

Digit berikutnya merinci. Misalnya kode kas bisa ditulis 1-1000: angka 1 pertama menandai aset, blok berikutnya menandai aset lancar, lalu kas secara spesifik. Untuk UMKM, kedalaman 3–4 digit sudah cukup — tidak perlu sistem berlapis seperti korporasi besar.

Mengenali sifat tiap kelompok juga membantu saat mencatat. Aset, beban, dan privePrive — Prive (Penarikan Pemilik)Penarikan uang atau aset usaha untuk kepentingan pribadi pemilik (owner's draw), bukan dicatat sebagai beban. Prive mengurangi ekuitas pemilik di laporan posisi keuangan, sehingga laba usaha tetap mencerminkan hasil kegiatan operasional dan tidak tertukar dengan konsumsi pribadi. bertambah di sisi debit; liabilitas, ekuitas, dan pendapatan bertambah di sisi kredit. Pemahaman dasar ini menjadi pegangan ketika ragu apakah sebuah transaksi menambah atau mengurangi suatu akun — meski software akuntansi modern kini menangani sebagian besar mekanikanya secara otomatis, logika di baliknya tetap perlu dipahami pemilik usaha.


03 Modul 3 dari 6

Bagan akun usaha jasa

15 menit

Usaha jasa — konsultan, agensi, salon, bengkel, jasa desain — adalah yang paling ringkas bagan akunnya. Tidak ada barang yang dibeli untuk dijual kembali, sehingga tidak ada persediaan maupun harga pokok penjualan. Pendapatannya berupa pendapatan jasa, dan bebannya didominasi gaji serta biaya operasional.

Contoh bagan akun usaha jasa
Kode Nama akun Kelompok
1-1000 Kas Aset
1-1100 Bank Aset
1-1200 Piutang Usaha Aset
1-1500 Peralatan Aset
1-1600 Akumulasi Penyusutan Peralatan Aset (kontra)
2-1000 Utang Usaha Liabilitas
3-1000 Modal Pemilik Ekuitas
3-2000 Prive Ekuitas
4-1000 Pendapatan Jasa Pendapatan
5-1000 Beban Gaji Beban
5-2000 Beban Sewa Beban
5-3000 Beban Listrik & Internet Beban
5-4000 Beban Penyusutan Beban

Geser tabel ke samping untuk melihat selengkapnya

Akun “Prive” mencatat penarikan uang usaha untuk keperluan pribadi pemilik — pemisahan yang penting agar laba usaha tidak rancu. Pemisahan keuangan pribadi dan usaha dibahas tersendiri dalam panduan klaster ini. Dari bagan seramping ini, laporan laba rugi usaha jasa praktis tinggal mengurangkan total beban dari pendapatan jasa.

Satu hal yang sering luput pada usaha jasa adalah piutang. Karena jasa kerap ditagih setelah pekerjaan selesai, pendapatan bisa sudah diakui sementara uangnya belum masuk. Akun Piutang Usaha menjembatani jeda ini — tanpa mencatatnya, laporan bisa terlihat lesu padahal ada tagihan berjalan, atau sebaliknya kas terlihat sehat padahal sebagian sebenarnya sudah jadi hak pihak lain.


04 Modul 4 dari 6

Bagan akun usaha dagang

15 menit

Usaha dagang — toko, reseller, distributor — menambah dua hal yang tidak ada di usaha jasa: persediaan barang dagang di kelompok aset, dan HPPHPP — Harga Pokok PenjualanTotal biaya langsung untuk memperoleh atau memproduksi barang yang terjual dalam suatu periode. Pada usaha dagang dihitung dari persediaan awal + pembelian − persediaan akhir. HPP mengurangi penjualan untuk memperoleh laba kotor. di kelompok beban. Keduanya muncul karena ada barang yang dibeli lalu dijual kembali, dan laba kotor baru terlihat setelah penjualan dikurangi HPP.

Tambahan & penyesuaian akun untuk usaha dagang
Kode Nama akun Kelompok
1-1300 Persediaan Barang Dagang Aset
2-1000 Utang Usaha (ke pemasok) Liabilitas
4-1000 Penjualan Pendapatan
4-1900 Retur & Potongan Penjualan Pendapatan (kontra)
5-1000 Harga Pokok Penjualan (HPP) Beban
5-1100 Pembelian Barang Beban
5-2000 Beban Gaji Beban
5-3000 Beban Sewa Toko Beban
5-4000 Beban Pengiriman Beban

Geser tabel ke samping untuk melihat selengkapnya

Persediaan adalah jantung usaha dagang. Karena nilainya memengaruhi HPP — yang dihitung dari persediaan awal ditambah pembelian dikurangi persediaan akhir — ketertiban mencatat keluar-masuk barang menentukan akurasi laba. Banyak toko yang laporannya tampak untung padahal merugi, semata karena persediaan tidak pernah dihitung ulang.

Karena itu stok opname — menghitung fisik persediaan secara berkala — menjadi rutinitas wajib usaha dagang, bukan sekadar formalitas. Selisih antara catatan dan hitungan fisik mengungkap kebocoran: barang hilang, rusak, atau salah catat. Pada tahap awal, metode rata-rata umumnya paling praktis untuk UMKM karena tidak menuntut pelacakan tiap unit secara terpisah, cukup nilai rata-rata per jenis barang.


05 Modul 5 dari 6

Bagan akun usaha kuliner

15 menit

Usaha kuliner — warung, kafe, katering, restoran — pada dasarnya usaha dagang dengan satu perbedaan: yang disimpan bukan barang jadi, melainkan bahan baku. HPP-nya adalah biaya bahan yang terpakai untuk menu yang terjual, sering disebut food cost.

Akun khas usaha kuliner (tambahan atas pola dagang)
Kode Nama akun Kelompok
1-1300 Persediaan Bahan Baku Aset
1-1310 Persediaan Bahan Pendukung & Kemasan Aset
4-1000 Penjualan Makanan & Minuman Pendapatan
5-1000 Harga Pokok Penjualan (Bahan Terpakai) Beban
5-1100 Pembelian Bahan Beban
5-2000 Beban Gaji Dapur & Pelayan Beban
5-3000 Beban Gas & Listrik Beban
5-3500 Beban Kemasan & Bahan Habis Pakai Beban

Geser tabel ke samping untuk melihat selengkapnya

Tantangan kuliner adalah bahan yang mudah rusak dan porsi yang sulit seragam, sehingga food cost gampang bocor tanpa disadari. Memisahkan akun pembelian bahan dari beban kemasan membantu melihat ke mana biaya benar- benar mengalir. Untuk usaha manufaktur yang lebih kompleks, polanya berkembang lagi: persediaan terbagi menjadi bahan baku, barang dalam proses, dan barang jadi, dengan biaya produksi dipecah menjadi bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik.

Disiplin yang membedakan kuliner sehat dari yang sekadar ramai adalah menjaga food cost pada porsi wajar dari penjualan. Bila akun pembelian bahan, kemasan, dan gas dipisahkan rapi, rasio biaya bahan terhadap omzet bisa dipantau tiap bulan — dan kenaikan harga bahan yang menggerus margin langsung terbaca, bukan baru disadari saat kas menipis di akhir bulan.

Perbedaan inti bagan akun antar sektor

Jasa

Tanpa persediaan

  • Tidak ada persediaan & HPP
  • Pendapatan = pendapatan jasa
  • Beban didominasi gaji & operasional
  • Bagan paling ringkas

Dagang

Barang jadi

  • Persediaan barang dagang
  • HPP dari barang terjual
  • Muncul angka laba kotor
  • Catat keluar-masuk barang

Kuliner

Bahan baku

  • Persediaan bahan baku & kemasan
  • HPP = food cost (bahan terpakai)
  • Akun gas, kemasan, bahan habis pakai
  • Rawan kebocoran bila porsi tak seragam

06 Modul 6 dari 6

Membangun & merawat bagan akun Anda

20 menit

Contoh-contoh di atas adalah titik awal, bukan cetakan kaku. Bagan akun yang baik tumbuh dari kegiatan nyata usaha — disusun secukupnya di awal, lalu disesuaikan saat kebutuhan muncul.

Dalam praktik, bagan akun bisa hidup di mana saja — buku, spreadsheet, atau aplikasi akuntansi. Yang menentukan bukan medianya, melainkan kedisiplinan memakainya. Beri nama akun yang jelas dan seragam, hindari singkatan yang hanya dipahami satu orang, dan simpan daftarnya di tempat yang mudah dirujuk siapa pun yang mencatat. Bagan akun yang rapi tetapi tidak konsisten dipakai sama tak bergunanya dengan tidak punya bagan sama sekali.

01

Mulai dari lima kelompok

Buat kerangka aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, dan beban dengan digit penomoran 1–5.

02

Pilih pola sesuai sektor

Ambil contoh jasa, dagang, atau kuliner di atas sebagai dasar, lalu sesuaikan dengan kegiatan nyata usaha Anda.

03

Tambah akun seperlunya

Pecah sebuah akun menjadi sub-akun hanya bila Anda benar-benar perlu memantaunya terpisah — bukan karena terlihat lengkap.

04

Tetapkan aturan pemakaian

Catat transaksi serupa selalu ke akun yang sama, dan dokumentasikan keputusan itu agar konsisten lintas waktu dan lintas pencatat.

05

Tinjau berkala

Setiap akhir tahun, hapus akun yang tak terpakai dan tambah yang diperlukan lini usaha baru.


Kesalahan umum saat menyusun bagan akun

  • Menyamakan bagan jasa dan dagang. Usaha dagang/kuliner butuh persediaan dan HPP yang tidak ada di jasa.
  • Mencampur uang pribadi dan usaha tanpa akun prive. Laba jadi rancu dan keputusan keliru.
  • Membuat akun terlalu banyak. Pencatat ragu memilih, dan konsistensi runtuh.
  • Menumpuk semua beban jadi “lain-lain”. Laporan kehilangan daya jelasnya.
  • Tidak menghitung ulang persediaan. HPP jadi salah, laba terlihat besar padahal tidak.
  • Berganti akun untuk transaksi serupa. Laporan antar periode tidak bisa dibandingkan.

Checklist bagan akun siap pakai


Penutup

Bagan akun adalah fondasi yang menentukan apakah pembukuan menghasilkan laporan yang berguna atau sekadar tumpukan angka. Kerangkanya universal — lima kelompok dengan penomoran 1 sampai 5 — tetapi isinya menyesuaikan sektor: jasa paling ringkas, dagang dan kuliner menambah persediaan serta HPP. Disusun selaras SAK EMKM, bagan akun membuat laporan posisi keuangan dan laba rugi tinggal mengikuti pengelompokan yang sudah ada.

Manfaatnya melampaui kerapian. Bagan akun yang konsisten memungkinkan membandingkan kinerja antar bulan dan antar tahun, mendeteksi pos biaya yang membengkak, dan menyiapkan angka yang kredibel saat mengajukan kredit atau menghitung pajak. Investasi waktu di awal untuk menatanya terbayar setiap kali laporan perlu dibuat — yang, bagi usaha yang berjalan, terjadi terus-menerus.

Prinsip akhirnya sederhana: cukup rinci untuk menerangi keputusan, cukup ringkas untuk dijaga konsisten. Setelah bagan akun berdiri, langkah berikutnya adalah menyusun laporan keuangan darinya — dibahas dalam panduan klaster ini. Pelajari juga dasar memilih jalur pencatatanPencatatan — Pencatatan (Pasal 28 UU KUP)Pengumpulan data peredaran bruto/penerimaan bruto secara teratur sebagai dasar perhitungan pajak. Diperbolehkan untuk WP OP dengan peredaran < Rp 4,8 miliar/tahun, lebih sederhana dari pembukuan. di panduan pencatatan vs pembukuan, dan gambaran menyeluruh di Panduan Pembukuan & Pajak UMKM. Topik keuangan lain tersedia di kategori Keuangan.

Pertanyaan yang sering muncul

Apa itu bagan akun dan kenapa usaha kecil membutuhkannya?
Bagan akun (chart of accounts) adalah daftar semua akun yang dipakai untuk mencatat transaksi, masing-masing diberi kode dan dikelompokkan. Tanpa bagan akun, transaksi tercatat acak dan sulit diringkas; dengan bagan akun, setiap transaksi punya 'rumah' yang jelas sehingga laporan keuangan bisa disusun rapi dan konsisten dari waktu ke waktu.
Bagaimana sistem penomoran akun yang umum dipakai?
Konvensi yang lazim: digit pertama menandai kelompok utama — 1 Aset, 2 Liabilitas, 3 Ekuitas, 4 Pendapatan, 5 Beban — dan digit berikutnya merinci sub-akun (misalnya 1-1 aset lancar, 1-1000 kas). Untuk UMKM, penomoran cukup 3–4 digit; yang penting konsisten, bukan serumit perusahaan besar.
Apa beda bagan akun usaha jasa dan usaha dagang?
Usaha jasa tidak menyimpan barang, jadi tidak punya akun persediaan maupun harga pokok penjualan; pendapatannya berupa pendapatan jasa. Usaha dagang menambah akun persediaan barang dagang (kelompok aset) dan HPP (kelompok beban), karena ada barang yang dibeli lalu dijual kembali.
Apakah bagan akun harus mengikuti format resmi tertentu?
Tidak ada format kode akun yang diwajibkan secara hukum — bagan akun adalah alat praktis yang disusun tiap usaha. Namun strukturnya sebaiknya selaras dengan SAK EMKM, sehingga akun-akun mudah dipetakan ke laporan posisi keuangan (aset, liabilitas, ekuitas) dan laporan laba rugi (pendapatan, beban).
Seberapa rinci sebaiknya bagan akun UMKM?
Secukupnya untuk pengambilan keputusan. Terlalu sedikit akun membuat laporan tidak informatif; terlalu banyak akun membuat pencatatan merepotkan dan rawan salah pilih. Mulailah dari bagan ringkas yang mencakup akun-akun utama sektor Anda, lalu tambah sub-akun hanya saat benar-benar dibutuhkan.
Apa bagan akun untuk usaha kuliner berbeda dari dagang biasa?
Mirip, tetapi persediaannya berupa bahan baku (dan bahan pendukung), bukan barang jadi siap jual. HPP-nya adalah biaya bahan yang terpakai untuk menu yang terjual. Usaha kuliner juga kerap menambah akun beban khusus seperti gas, kemasan, dan bahan habis pakai dapur.

Panduan lain dari Keuangan